Kok Bisa Benjamin Sesko Yakin Man United Bakal Keluar dari Zaman Kegelapan?

Benjamin Sesko
0 0
Read Time:3 Minute, 49 Second

Benjamin Sesko, Manchester United kembali berada dalam sorotan tajam setelah menjalani awal tahun 2026 yang jauh dari kata ideal. Belum satu pun kemenangan berhasil diraih sejak pergantian tahun, sementara gejolak internal klub kian terasa setelah pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer utama.

Di tengah situasi yang bisa membuat banyak pemain kehilangan kepercayaan diri, satu suara optimistis justru muncul dari lini depan. Striker muda Manchester United, Benjamin Sesko, menolak larut dalam kepanikan. Ia yakin Setan Merah tengah berada di jalur yang tepat menuju kebangkitan, meski harus melewati fase sulit terlebih dahulu.

Optimisme Sesko bukan tanpa alasan. Penampilan individu yang impresif, sinyal positif dari ruang ganti, serta keyakinan terhadap kualitas skuad menjadi fondasi kepercayaannya bahwa Manchester United akan segera keluar dari “zaman kegelapan”.


Optimisme di Tengah Krisis Manchester United

Manchester United baru saja bermain imbang 2-2 melawan Burnley pada lanjutan Premier League di Turf Moor. Laga tersebut menjadi debut Darren Fletcher sebagai pelatih interim setelah Amorim resmi dipecat.

Hasil imbang itu memang belum mampu mengakhiri tren negatif. MU masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara. Namun, jarak poin menuju zona Liga Champions masih relatif terjangkau, sebuah fakta yang membuat Sesko tetap percaya diri menatap sisa musim.

Menurut striker asal Slovenia tersebut, atmosfer di ruang ganti tidak separah yang dibayangkan publik. Ia menilai para pemain tetap menunjukkan mentalitas bertarung dan keinginan besar untuk membuktikan diri.

“Pastinya. Saya pikir secara umum kami adalah grup yang sangat hebat,” ujar Sesko dengan nada optimistis.
“Kami melakukan segalanya untuk mencoba membuktikan diri setiap saat.”

Sesko menegaskan bahwa fase transisi memang membutuhkan waktu. Ia meminta para penggemar untuk bersabar dan tetap memberikan dukungan penuh kepada tim.

“Kami hanya perlu terus maju, terus berusaha, karena saya pikir kami hebat dan saya yakin hal-hal besar akan datang,” tambahnya.


Benjamin Sesko, Panggung Pembuktian di Turf Moor

Laga kontra Burnley menjadi momen penting bagi Benjamin Sesko. Dalam pertandingan tersebut, ia sukses mencetak dua gol (brace) yang menyelamatkan Manchester United dari kekalahan.

Dua gol itu terasa spesial, mengingat Sesko sempat berada di bawah tekanan sejak didatangkan dari RB Leipzig dengan nilai transfer yang tidak kecil. Ekspektasi tinggi sempat berbanding terbalik dengan performanya di beberapa laga awal.

Namun, di Turf Moor, Sesko menunjukkan kapasitasnya sebagai striker modern: kuat secara fisik, cerdas dalam pergerakan, dan klinis di depan gawang.

“Rasanya luar biasa karena kami menciptakan peluang besar, terutama dengan dua gol itu,” kata Sesko.
“Pergerakan yang hebat, bola yang hebat,” pujinya kepada rekan setim.

Ia menilai gol-gol tersebut lahir dari skema serangan yang mulai matang. Menurutnya, koneksi antar pemain mulai terbentuk, sebuah sinyal positif bagi Manchester United ke depan.

“Dengan situasi seperti ini, kami menunjukkan tim seperti apa kami, apa yang mampu kami lakukan. Ini bagus untuk masa depan,” lanjutnya.


Kecewa Gagal Bawa Pulang Tiga Poin

Meski tampil gemilang secara individu, Sesko mengaku belum sepenuhnya puas. Satu poin dari markas Burnley dinilai belum cukup bagi klub sebesar Manchester United.

MU sempat unggul, namun lagi-lagi masalah klasik muncul di lini pertahanan. Konsentrasi yang menurun membuat Burnley mampu menyamakan kedudukan.

“Jelas terasa mengecewakan karena saya pikir kami sudah berjuang,” ungkap Sesko kepada MUTV.
“Kami memberikan yang terbaik dan menciptakan banyak peluang.”

Meski begitu, ia memilih untuk melihat sisi positif. Menurutnya, hasil imbang tersebut tetap penting sebagai modal membangun kepercayaan diri, terutama di tengah masa transisi kepelatihan.

“Kami masih mendapatkan hasil imbang, itu penting. Sekarang terserah kami untuk fokus pada detail dan mencoba memenangkan pertandingan berikutnya,” pungkasnya.


Mentalitas dan Potensi Kebangkitan Setan Merah

Keyakinan Sesko terhadap Manchester United bukan hanya didasarkan pada satu pertandingan. Ia melihat potensi besar dalam skuad saat ini, baik dari sisi kualitas individu maupun mentalitas kolektif.

Menurutnya, tekanan besar justru bisa menjadi bahan bakar untuk bangkit. Para pemain muda dan senior sama-sama memiliki motivasi untuk mengembalikan MU ke papan atas Premier League dan kompetisi Eropa.

Jika stabilitas kepelatihan segera tercapai dan detail permainan dibenahi, Sesko percaya Manchester United bisa kembali bersaing di level tertinggi.


Isu Kembalinya Para Legenda Manchester United

Sementara itu, Darren Fletcher dipastikan masih akan memimpin tim pada laga FA Cup melawan Brighton, Minggu (11/1/2026). Namun, manajemen klub terus bergerak mencari pelatih interim hingga akhir musim.

Sejumlah nama legenda Manchester United mulai mencuat ke permukaan. Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick dikabarkan masuk radar dan sudah berada dalam tahap komunikasi awal dengan klub.

Tak hanya itu, sumber ESPN juga menyebut nama Ruud van Nistelrooy sebagai salah satu kandidat. Mantan striker tajam MU tersebut dinilai memiliki pemahaman mendalam tentang kultur klub dan karakter Setan Merah.

Apapun keputusan manajemen nanti, Benjamin Sesko dan rekan-rekannya siap menyambut era baru. Bagi Sesko, satu hal sudah jelas: Manchester United belum habis.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %