Manchester United kembali memasuki fase penting dalam perjalanan klub setelah memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim. Keputusan tersebut menandai dimulainya proses transisi di kursi kepelatihan, sebuah posisi krusial yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi sorotan seiring inkonsistensi performa tim.
Manajemen Setan Merah kini bergerak cepat menyusun rencana jangka pendek dan jangka panjang. Strategi yang disiapkan adalah menunjuk manajer interim terlebih dahulu, sembari menunggu waktu yang tepat untuk menunjuk sosok permanen pada bursa musim panas mendatang. Dalam proses ini, sejumlah nama mulai dikaitkan dengan Old Trafford, baik dari internal klub maupun kandidat eksternal.
Di tengah berbagai spekulasi, pendapat dari legenda klub Roy Keane ikut menarik perhatian publik. Mantan kapten Manchester United tersebut secara terbuka menyebut satu nama yang menurutnya paling ideal untuk memimpin klub secara permanen, yakni Eddie Howe.
Strategi Transisi Manchester United Pasca Amorim
Kepergian Ruben Amorim membuat Manchester United harus bergerak hati-hati. Manajemen klub, yang kini dipimpin oleh Sir Jim Ratcliffe bersama direktur sepak bola Jason Wilcox, ingin memastikan keputusan berikutnya tidak mengulang kesalahan masa lalu.
Penunjukan manajer interim dinilai sebagai langkah paling realistis. Dengan jadwal kompetisi yang padat dan tuntutan hasil instan, sosok sementara diharapkan mampu menjaga stabilitas tim hingga akhir musim. Setelah itu, United akan lebih leluasa menentukan arah proyek jangka panjang tanpa tekanan waktu.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa klub ingin lebih terstruktur dalam pengambilan keputusan, bukan sekadar reaktif terhadap hasil buruk di lapangan.
Kandidat Manajer Interim: Nama Lama Kembali Mencuat
Beberapa nama internal langsung masuk dalam pembahasan untuk peran interim. Ole Gunnar Solskjaer menjadi salah satu figur yang disebut-sebut paling realistis. Mantan pelatih United itu dinilai memahami kultur klub, ruang ganti, serta tekanan besar yang datang bersama jabatan manajer Manchester United.
Selain Solskjaer, Michael Carrick juga dijadwalkan melanjutkan pembicaraan dengan pihak klub. Carrick, yang kini meniti karier kepelatihan sendiri, dianggap memiliki pendekatan taktis modern serta kedekatan emosional dengan klub.
Sementara itu, Darren Fletcher sempat dipercaya memimpin tim dalam satu pertandingan sebagai solusi darurat. United juga mempertimbangkan Ruud van Nistelrooy, mantan striker legendaris yang kini aktif di dunia kepelatihan.
Meski demikian, hampir semua nama tersebut lebih condong diproyeksikan sebagai solusi sementara, bukan jawaban jangka panjang.
Opsi Jangka Panjang: Glasner dan Iraola Masuk Radar
Untuk posisi manajer permanen, Manchester United mulai mengarahkan pandangan ke beberapa pelatih yang sedang naik daun di Eropa. Oliver Glasner dan Andoni Iraola disebut masuk dalam radar klub.
Glasner dikenal dengan pendekatan taktis yang disiplin dan keberhasilannya membawa tim tampil kompetitif di level Eropa. Sementara Iraola mencuri perhatian lewat gaya bermain agresif dan progresif yang ia terapkan di klubnya saat ini.
Namun, di antara berbagai nama tersebut, satu sosok justru mendapat dukungan terbuka dari Roy Keane: Eddie Howe.
Roy Keane Dukung Eddie Howe sebagai Manajer Permanen
Roy Keane menilai Eddie Howe sebagai kandidat paling tepat untuk proyek jangka panjang Manchester United. Meski ia mengakui Solskjaer bisa menjadi pilihan interim yang masuk akal, Keane menegaskan bahwa Howe memiliki paket lengkap untuk memimpin klub sebesar United.
“Saya suka apa yang sudah dia lakukan,” ujar Keane. “Dia sudah menangani banyak pertandingan. Ketika timnya tampil maksimal, mereka memainkan sepak bola yang bagus.”
Menurut Keane, pengalaman Howe menangani ratusan laga di level tertinggi menjadi nilai tambah besar. Ia juga menyoroti ketenangan Howe di pinggir lapangan, sesuatu yang menurutnya sangat dibutuhkan di lingkungan penuh tekanan seperti Old Trafford.
Ketenangan dan Pengalaman Jadi Nilai Plus Eddie Howe
Keane menyadari bahwa Eddie Howe bukan tanpa kritik. Namun, ia justru melihat hal tersebut sebagai bagian dari proses seorang pelatih yang terus berkembang.
“Dia memang punya kritikus, tetapi saya menyukai pekerjaannya di Newcastle. Dia sudah menangani tujuh atau delapan ratus pertandingan, masih muda, dan saya suka ketenangannya. Mungkin Manchester United butuh sedikit hal itu,” lanjut Keane.
Dalam beberapa tahun terakhir, Manchester United kerap menunjuk pelatih dengan pendekatan emosional dan penuh karisma. Namun, hasil di lapangan tidak selalu sejalan dengan ekspektasi. Keane menilai, pendekatan yang lebih tenang dan stabil seperti yang dimiliki Howe bisa menjadi solusi jangka panjang.
Prestasi Eddie Howe Bersama Newcastle Jadi Bukti Nyata
Salah satu alasan utama Keane mendukung Howe adalah pencapaiannya bersama Newcastle United. Di bawah kepemimpinannya, Newcastle berhasil tampil di Liga Champions dan meraih trofi, sesuatu yang sebelumnya sulit dibayangkan oleh para pendukung The Magpies.
Keane menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan Howe dalam membangun tim, mengelola tekanan, serta membawa klub berkembang secara bertahap namun konsisten.
“Kami sudah melihat dari penunjukan sebelumnya, kami menyukai orang-orang yang emosional. Tapi dia punya ketenangan itu. Pekerjaannya di Newcastle, Liga Champions dan memenangkan piala, saya akan senang melihatnya masuk ke sana,” tegas Keane.
Masa Depan Kursi Manajer Manchester United
Keane juga menegaskan bahwa Darren Fletcher bukan kandidat untuk memimpin Manchester United dalam jangka panjang, meski ia memahami peran Fletcher sebagai pengisi sementara. Ia pun mendoakan yang terbaik jika klub memutuskan untuk kembali menunjuk Ole Gunnar Solskjaer.
Namun, pesan utama dari Keane cukup jelas: jika Manchester United ingin membangun proyek berkelanjutan dan keluar dari siklus instabilitas, Eddie Howe adalah sosok yang layak dipertimbangkan secara serius.
Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen klub. Dengan musim panas sebagai target utama penunjukan manajer permanen, Manchester United masih memiliki waktu untuk menilai semua opsi. Namun satu hal pasti, nama Eddie Howe akan terus menjadi perbincangan hangat di sekitar Old Trafford.